bla..bla..bla..
May 27th, 2008 by extrudea cross-road..hmm..sbenernya ga harus sgitunya sihh..ngapa ya koq sgala ssuatu harus berkembang jadi permasalahan yang pelik n complicated tiap aq adepin??mungkin..apa mungkin aq terlalu banyak ngliat ssuatu dari berbagai sudut pandang ya?..or it’s because i’m to afraid to make a decision..or simply just because i don’t know what i really want!!??mungkin juga sih..i really need to redefine myself at every points..
desaku, in memorian
March 27th, 2008 by extrudeKemaren, aq kembali ke kampung halaman, pulang ke desa tempat asalku…aq ber-"rendezvous" dengan sudut2 desa dimana aq pernah berceloteh riang..berinteraksi dengan syahdunya desa…ah, tapi hembusan apa ini?terasa desaku tak sesyahdu dulu..tak semenenangkan dulu..ada sesuatu yang berubah di sini..bukan, bukan dari sudut pembangunan, bukan dari sudut kesejahteraan sosial, meskipun orang kaya bertambah, tapi orang miskin toh tak berkurang, meskipun kesempatan bertambah, tapi toh kesempitan tetap tak berkurang..
tapi ada yang berubah di sini..berubah..keramahan itu, kesahajaan itu, ketenangan itu…ah, mereka telah ikut berubah menjadi generasi sinetron, gosip, dan generasi MTV rupanya..mereka turut tersentuh modernisme dan globalisasi katanya..
sesaat aq tersenyum, masih kutemukan sisa-sisa kesyahduan dan kesakralan desaku pada guratan-guratan tua yang terukir pada kakek2 di sudut masjid desaku yang perlahan juga memudar..tapi masih sanggupkah bertahan??kulihat, perlahan semuanya mulai redup dan menghilang..tergantikan oleh ketidakacuhan..kerinduanku akan desaku yang dulu mengirisku…ah, desaku, kau telah kehilangan kesyahduaanmu…
“the eloquency of silence”
March 26th, 2008 by extrudeah, ga..aq ga akan membahas gramatika akan diam dan kebisuan dari sudut pandang illich yang begitu rumit..ga.. "diam", ah..bisa beribu arti yang bisa ditafsirkan..bisa berarti pasrah dan menyerah, bisa berarti "mengamini", bisa berarti ketidakpedulian, bahkan bisa juga berarti marah…dan aq, telah memilih untuk "diam" kepadamu…tapi, "diam"-ku padamu, aq ga ingin mengartikan apapun dari itu…disitu, mungkin terukir guratan-guratan tua akan gejolak perasaanku, dan mungkin tertidur pengertian-pengertian yang entah kau pahami atau tidak…maka..akan aq biarkan "kediamanku" sebagai sebuah mantra bisu yang kosong..tak perlu untuk diartikan..tak perlu untuk ditafsirkan..biarlah dia menghembus bebas tanpa membebani siapapun..
maaf Tuhan, maaf..
February 26th, 2008 by extrudesusah ya ternyata untuk sadar?susah ya ternyata untuk benar2 secara iklas menghamba?susah ya ternyata untuk merasa bahwa kita (dengan segala konsekuensi) merasa butuh Dia?susah ya ternyata??
ahh, keringnya…
susah ternyata untuk menyadari bahwa aq hanyalah ngengat dan engkau adalah Simurgh yang agung?
ga Tuhan, ga..aq ga mencoba untuk mengatakan bahwa aq sombong..bahwa aq tinggi..ah, Tuhan, aq gag seberani itu..senggak2nya dalam hatiku..dalam perkataanku..dalam doaku..dalam tasbihku..tapi maaf tuhan, klw dalam perbuatanku masih sering menyombong, dan bahkan mungkin menafikanmu..
ah, Tuhan, aq mencoba bahwa maafku tidak hanya sekedar "lip service"..tp Engkau sendiri tahu..bahwa selama ini aq masih sering mengkhianati permohonan maafku sendiri tuhan..dan entah apakah maafku yang sekarang akan berulang, atau tidak..aq hanya manusia, Tuhan,ah, another excuse lagi..maaf Tuhan, maaf….aq hanya mencoba untuk jujur..maaf Tuhan, maaf..
talking trash di tengah2 kejenuhan..
December 18th, 2007 by extrudeHei2..udah lama juga ga nulis "talking trash" disini (minjem istilahnya dorothea n harry aveling..he)…
well, kmaren, ada temen yang nanya ke aku: "fid, kamu bahagia ga??",aku pun tersentak n mikir "duh, ni orang knapa yak?lg desperate kali ya??…"(maap…=p)",aku menjawab sekenanya n ngasih kuliah gratis ke dia…he..
Tapi,diam2 aku tersentil dan mulai berpikir juga, bahagiakah aku?? aku pun menghela nafas..(dengan gaya mendramatisir kayak Al gore dalam endingnya "an inconvenient truth"..hehe)..ah, ternyata udah cukup lama aku nglupain tentang itu, udah cukup lama aku ga perduli tentang aku bahagia atau tidak..udah cukup lama aku ngebiarin hidupku ngalir apa adanya..selama aku masih bernafas dan ngejalanin peranku aku ga peduli tentang itu..
Lalu, aku mencoba meredefinisikan tentang "kebahagian" itu sendiri..aku mencoba mengklasifikasikan dan mengkualifikasikan "kebahagian" dari sudut pandangku.. Mungkin, secara garis besar ada 3 tipe orang hidup:
A. orang yang "ingin" hidup, orang yang menjalani hidupnya yang sesuai dengan apa yang dia inginkan, semua decision making yang berhubungan dengan hidupnya, dia sendirilah yang menentukan, orang yang tidak hidup dalam sebuah dunia "matrix" dimana ada pihak lain yang telah menentukan peran dan alur dalam hidupnya..mungkin, orang dalam kelas inilah yang bisa disebut sebagai orang yang berbahagia..
B. orang yang "sekedar" hidup, orang yang hanya membiarkan semuanya "mengalir", ga peduli siapa yang melakukan decision making dalam hidupnya, ga peduli n berpikir apakah memang ini yang dia harepin, ga peduli apakah hal yang dia jalani sesuai atau tidak dengan idealisme atau keinginan dia..ga peduli dalam artian dia ga punya power untuk mengontrol, atau emang sekedar ga peduli atau apatis..
C. orang yang "terpaksa" hidup. orang yang hidup karena belum menemukan alasan yang cukup kuat untuk "berhenti" hidup..orang yang emang sudah ga peduli lagi dengan hidupnya sendiri..orang yang hidup karena harus tetap hidup,mungkin untuk harapan orang lain,atau untuk satu misi, tapi dia tidak lagi mempunyai alasan individu untuk tetap hidup..hanya menunggu waktu untuk pulang..
Lalu, aku masuk kelompok mana ya??
entahlah..mungkin aku harus berbenah..hehehe…
ya sudah,sekarang sayah mw pamit dulu, kembali ke dunia "matrix"-ku lagi..hehehe…
unplayed piano
October 5th, 2007 by extrudeunplayed piano
Come and see me
Sing me to sleep
Come and free me
Hold me if i need to weep
Maybe it’s not the season
Maybe it’s not the year
Maybe there’s no good reason
Why i’m locked up inside
Just cause they wanna hide me
The moon goes bright
The darker they make my night
Unplayed pianos
Are often by a window
In a room where nobody loved goes
She sits alone with her silent song
Somebody bring her home
Unplayed piano
Still holds a tune
Lock on the lid
In a stale, stale room
Maybe it’s not that easy
Or maybe it’s not that hard
Maybe they could release me
Let the people decide
I’ve got nothing to hide
I’ve done nothing wrong
So why have i been here so long?
Unplayed pianos
Are often by a window
In a room where nobody loved goes
She sits alone with her silent song
Somebody bring her home
Unplayed pianos
Are often by a window
In a room where nobody loved goes
She sits alone with her silent song
Somebody bring her home
Unplayed piano
Still holds a tune
Years pass by
In the changing of the moon
—-091341—-
October 5th, 2007 by extrudeAkhirnya bisa nulis lagi..dah lama banget ga up-date ni blog euy..hwaaah…banyak banget yang sebenernya pengen aq tulis..tentang metamorfosaku..tentang hari2 yang melelahkan..n tentang kamu..
where should i begin?
hmmm…
banyak hal menyenangkan yang terjadi sbenernya…new friends..new worlds…but somehow,without u to share with..i feel everything is just sooo plain..hmm..actually,i’ve been tring so hard to rid u off from my mind..i’ve been trying to convince myself that "enough is enough"..but somehow, everything isn’t that easy though..n skarang..aq cman ngebiarin smuanya ngalir dlm idupku…bukannya aq nyerah..tapi aq nyampe pada titik dmana aq hrs berhenti n nge-ikhlasin smuanya ngalir apa adanya..ngelanjutin idup meski ga tw arah..one thing for sure,i’ll never deny ur existance for my life..although my feeling for u may slowly gasped n die..u were the best thing ever happened in my life..
ok…that’s about you..banyak yang masih pengen aq tulis tentang kamu..klw diturutin ga bakal slese2 nulisnya..he..
—————————————————————————————————-
Pronocitro dan Pragmatisme*
August 24th, 2007 by extrudePronocitro dan Pragmatisme*
Pronocitro jatuh cinta dan mati bersama
roro mendhut, toh mereka tidak bertanya, "buat apa".
Layonsari mengikuti Jayaprana dan akhir mereka fatal, tapi tak pernah
ragu, "apa gunanya". Kita sering tepekur oleh kisah-kisah
tentang "passion" yang begitu nekat, tapi begitu indah dan
tidak palsu: mereka ternyata bisa memberi harga pada sesuatu yang
sia-sia.
Kata orang, karenadengan itu kita
memperoleh semacam peneguhan kembali bahwa hidup manusia tidak
seluruhnya berupa perhitungan laba-rugi. Manusia tak sepanjang waktu
berjualan "toko kelontong". hubungan manusia tidak
sepenuhnya mengikuti petunjuk Dale Carnegie tentang "How to win
friends and influence people", tentang siasat mengambil hati
orang lain dan memperoleh hasil besar karena senyum di bibir. Kita
tak bisa mengkomputasikan cinta, hati nurani, desakan ingin
kebenaran, belas kasih, uneg-uneg, dalam analisa "menguntungkan"
atau "tidak".
Tak mengherankan bila pada suatu hari
seorang ayah yang melihat anaknya "menari pelan sendiri diantara
pohon-pohon", jadi tersentak: kita harus menyiasati kembali apa
sebenarnya yang kita maksudkan dengan "pragmatisme". Anak
yang menari itu tak ingin mencapai suatu target. Dewasa ini nampaknya
"pragmatisme" telah agak mencong sehingga satu-satunya
ukuran tentang hal ihwal ialah hasil perbuatan, terpenuhinya target,
lalu diam.
Pronocitro jatuh cinta pada roro
mendhut dan menikmati cinta itu tanpa melihat apa nanti hasilnya. Ada
kekonyolan di sana, tapi ada kejujuran. Si perjaka tidak bilang:
"kita harus pragmatis, neng". Ucapan "Kita harus
pragmatis" itu seakan-akan hanya berarti "kita harus
menghasilkan sesuatu".
"Kita harus pragmatis"
akhirnya terdengar seperti "kita harus bersedia bermain curang".
Macbeth, dalam sandiwara shakespeare,
menjelang akhir, berbicara sendiri dkepada gelap:
"Hidup hanya wayang yang
berjalan
lakon yang meregang untuk satu
malam
cerita yang dikisahkan oleh si
bodoh
penuh riuh serta resah, yang tak
berarti apa-apa"
Itu terjadi ketika ia mendengar
istrinya mati gila oleh rasa dosa. Itu terjadi setelah semua yang ia
tindas ternyata bangkit dan semua yang ia bunuh ternyata mengacungkan
denda. Filsafatnya, akhirnya, adalah filsafat yang seram. Macbeth
menjadi seorang nihilis. Ia merasa tak ada yang bisa dinilai dari
hidupnya, tak ada yang bisa dikutuk atau dipuji dari perbuatannya,
karena dasar untuk menilai itu tak diakui. Hidup "tak berarti
apa-apa". Kekejaman boleh, toh kelak itu akan dilupakan.
Dalam arti tertentu Macbeth seorang
"pragmatis". Ia sebenarnya berkata bahwa pada mulanya
adalah tindakan – dan selebihnya perkara belakang.
Ia barangkali hanya seorang bingung
yang tak hendak dibawa kebingungan, seperti orang zaman ini: ketika
orang meragukan dogma tentang kebenaran mutlak, ketika banyak
ideologi dan ajaran moral ternyata cuma nisbi. Maklumlah, inilah
zaman ketika William James menawarkan pragmatisme dengan cukup
meyakinkan sebagai "udara terbuka" yang menghadapi "dogma,
prestasi tentang adanya kata akhir dalam hal kebenaran".
Untunglah: dalam kemyataan, pilihan
tidak hanya terletak antara dogmatisme dan nihilisme, antara kebekuan
kaidah dengan tiadanya nilai-nilai sama sekali. Pragmatisme pun punya
wajah lain: jika kita tidak tahu apa sebenarnya yang disebut "baik
sempurna", kita pun masih bisa menghargai proses ke arah
penyempurnaan. proses terus-menerus itulah mungkin tujuan hidup.
Paling tidak, itulah kutipan dari Dewey. Pronocitro jatuh cinta pada
roro mendhut, tanpa ragu "buat apa" dan tak bertanya
tentang akhir cerita…
straitjacket feeling
August 11th, 2007 by extrudeStraitjacket feeling
Perasaan-perasaan terkuak,
kenangan-kenangan muncul kembali: harapan, hasrat, kemarahan,
kebersamaan, canda, gurauan, juga kegalauan…..
Dulu,,
di lorong ini kita biasa tergelak,
di ruang ini kita biasa bergurau,
di teras ini kita biasa bercerita,
berkeluh tentang hidup:
tentang air, tentang api, tentang
angin
Dulu,,
di sini kita pernah diamuk segenap
rasa: kebersamaan, kesetiaan, keindahan,
kerinduan…tapi
juga kekecewaan dan kegalauan
Tetapi, sore ini aku sendiri
menghabiskan senja
hanya angin dan
matahari sore
yang perlahan
tenggelam
Sepi, menikamku dian-diam
Senja yang muram,
senja yang sunyi
hanya angin dan
matahari sore
yang perlahan
tenggelam
Seperti asap, akankah semuanya senyap
tanpa makna bagi
hidup kita kini dan esok hari?
dan hanya menyisakan batuk kecil
bagi dada kita yang
sesak?