desaku, in memorian
Thursday, March 27th, 2008Kemaren, aq kembali ke kampung halaman, pulang ke desa tempat asalku…aq ber-"rendezvous" dengan sudut2 desa dimana aq pernah berceloteh riang..berinteraksi dengan syahdunya desa…ah, tapi hembusan apa ini?terasa desaku tak sesyahdu dulu..tak semenenangkan dulu..ada sesuatu yang berubah di sini..bukan, bukan dari sudut pembangunan, bukan dari sudut kesejahteraan sosial, meskipun orang kaya bertambah, tapi orang miskin toh tak berkurang, meskipun kesempatan bertambah, tapi toh kesempitan tetap tak berkurang..
tapi ada yang berubah di sini..berubah..keramahan itu, kesahajaan itu, ketenangan itu…ah, mereka telah ikut berubah menjadi generasi sinetron, gosip, dan generasi MTV rupanya..mereka turut tersentuh modernisme dan globalisasi katanya..
sesaat aq tersenyum, masih kutemukan sisa-sisa kesyahduan dan kesakralan desaku pada guratan-guratan tua yang terukir pada kakek2 di sudut masjid desaku yang perlahan juga memudar..tapi masih sanggupkah bertahan??kulihat, perlahan semuanya mulai redup dan menghilang..tergantikan oleh ketidakacuhan..kerinduanku akan desaku yang dulu mengirisku…ah, desaku, kau telah kehilangan kesyahduaanmu…