“the eloquency of silence”
ah, ga..aq ga akan membahas gramatika akan diam dan kebisuan dari sudut pandang illich yang begitu rumit..ga.. "diam", ah..bisa beribu arti yang bisa ditafsirkan..bisa berarti pasrah dan menyerah, bisa berarti "mengamini", bisa berarti ketidakpedulian, bahkan bisa juga berarti marah…dan aq, telah memilih untuk "diam" kepadamu…tapi, "diam"-ku padamu, aq ga ingin mengartikan apapun dari itu…disitu, mungkin terukir guratan-guratan tua akan gejolak perasaanku, dan mungkin tertidur pengertian-pengertian yang entah kau pahami atau tidak…maka..akan aq biarkan "kediamanku" sebagai sebuah mantra bisu yang kosong..tak perlu untuk diartikan..tak perlu untuk ditafsirkan..biarlah dia menghembus bebas tanpa membebani siapapun..